Digitalisasi Pesantren: Cara Pesantren Smart Digital Merapikan Administrasi dan Keuangan
Bayangkan seorang bendahara pesantren menjelang ujian. Di mejanya terbuka tiga buku besar, dua map tunggakan, dan satu kalkulator. Pada saat yang sama, seorang ayah di luar pulau mengirim pesan singkat: sudah sampai mana tagihan anaknya, dan bagaimana kabarnya di pondok? Dua pertanyaan sederhana, tetapi jawabannya bisa memakan berjam-jam. Di titik inilah digitalisasi pesantren berhenti menjadi istilah seminar dan menjadi urusan meja kerja.
